Tips Mudah Jadi Travel Blogger Ala Nila Tanzil

Senengnya jadi generasi millennial tak hanya tumbuh bersama perkembangan teknologi, namun juga disodorkan ragam profesi yang asyik dijalani. Salah satunya profesi menjadi travel blogger. Profesi yang bekerjanya membagikan kisah di dunia maya dan jalan-jalan ini tentu menjadi salah satu profesi yang banyak didambakan. Siapa yang menolak jalan-jalan ga bikin ongkos bolong malah tambah penghasilan?
Nah buat kalian yang ingin menjadi travel blogger Berikut tips jitu dari Founder & CEO of Travel Sparks Social Enterpreneur, Nila Tanzil.

JADIKAN PROFESI MENJADI BAGIAN DARI HOBBY

Pekerjaan apapun jika dijadikan sebagai hobby pasti akan menyenangkan saat menjalaninya. Sama halnya sebagai seorang travel blogger. Pekerjaan yg menuntut kamu tak hanya jalan-jalan, tapi juga cerita ini akan lebih menyenangkan jika sudah menjadi bagian dari kegiatan yang kamu sukai. Kamu pun tak akan merasa terbebani jika harus berjalan kesana kemari dan di waktu istirahat kamu dituntut untuk berbagi cerita melalui tulisan serta foto menarik yang kamu temui selama traveling.

PEKA DENGAN HAL KECIL

Jangan cuma perhatikan hal-hal yang mudah dilihat dari internet ya. Sebagai travel blogger kamu dituntut menulis cerita yang menarik dari kaca mata kamu sebagai blogger. Jadi penting buat kamu peka terjadap hal-hal kecil, agar tulisan kamu tidak kaku dan tidak membosankan. Jika kamu sulit mengingat jangan lupa catat hal-hal yang kamu anggap unik di note selama kamu melakukan perjalanan.

DESKRIPISKAN DENGAN DETAIL

Sebagai seorang blogger kamu dituntut untuk memiliki kemampuan bercerita melalui tulisan. Kebiasaan dan budaya setempat bisa menjadi topik menarik untuk ditulis. Jadi pastikan kamu mendeskripsikan semua yang kamu lihat dan rasakan tertuang dalam tulisan. “Saat menulis, deskripsikan tempat yang dikunjungi mulai dari baunya, suasananya, perasaanmu, dan lain-lain. Supaya pembaca bisa ikut merasakan,” tulis Nila Tanzil dala program KU Chat Kampus Update beberapa waktu lalu.

KOMITMEN

Bekerja menjadi travel blogger yang tidak memiliki format layaknya pekerja kantoran butuh komitmen besar lho, terutama komitmen yang datang dari dalam dari . Tidak adanya jam kantor membuat kamu wajib bisa membagi waktu baik untuk bekerja dan beristirahat. Komitmen yang kuat akan membantu kamu tetap konsisten dan menyelami profesi yang kamu dalami. Tak peduli berapa penghasilan yang kamu dapatkan, kamu tetap berkeliling dan menulis.

AMBIL HAL POSITIF SEBANYAK-BANYAKNYA

Meski butuh waktu dan tenaga menjadi travel blogger memiliki manfaat yang besar bagi diri dan orang sekitar lho. Dalam akun twitternya kepada para follower akun Kampus Update, Nila membagikan pandangan berbeda atas pekerjaan travel blogger. Baginya saat traveling banyak nilai yang bisa diambil dari nilai-nilai atau pandangan masyarakat setempat. Sehingga kita bisa lebih menghargai hidup dan orang lain.

“Kegiatan traveling juga bisa dimanfaatkan untuk berbagi di masyarakat yang kamu temui. Sambil traveling bisa ikut berkontribusi untuk masyarakat setempat. Kayak tripnya @TravelSparksID yang aku bikin. Traveling sambil volunteering di @pelangibook. Liburan jadi lebih bermakna,” tulis Nila.