Selamat Hari Perempuan Internasional!

We are One Woman,
Your dreams are mine.
And we shall shine.
We shall shine.

– A song for UN Women “One Woman”-

Hai Updaters! Di awal bulan lalu pada tanggal 8 Maret, kita memperingati hari perempuan internasional. Apakah kalian familiar dengan potongan lirik lagu di atas? Lagu tersebut dirilis oleh UN Women pada peringatan hari perempuan internsional tahun 2013. Ya, lagu tersebut menyiratkan bahwa perempuan harus berani untuk bersinar, karena perempuan-perempuan lainnya pun berani untuk melakukan hal tersebut.

Emma Watson merupakan UN Women Godwill Ambassador. Ia sedang mengampanyekan gerakannya yaitu #HeForShe, bagaimana pria ikut terlibat dalam kesetaraan gender. Berbicara tentang perempuan dan diskriminasi terhadap perempuan selalu diasosiasikan dengan kesetaraan gender. Padahal sebenarnya, diskiriminasi yang terjadi bukan hanya terhadap perempuan, melainkan juga terjadi terhadap para pria. Pembicaraan mengenai kesetaraan gender dan gerakan ini harus dilakukan baik oleh pria dan perempuan. Mengapa pria tidak boleh menangis, mengapa dia harus menahan perasaannya ketika dia sedih. Ketika kamu menangis kamu adalah manusia, kamu menangis bukan berarti kamu perempuan.

Gerakan mengenai kesetaraan gender bukan hanya soal perempuan, tetapi soal pria juga. Kenapa perempuan yang menjadi istimewa untuk dikampanyekan? Karena tradisi yang ada, tradisi yang tidak memberikan kesempatan bagi perempuan untuk bersekolah, bekerja, dll. Tradisi patriaki yang membiarkan perempuan mau di kontrol, ya seperti terminologi “wanita”, yang berarti “wani di tata” (mau di atur), itulah mengapa saya menggunakan terminologi perempuan dibanding wanita. Karena itu mengkampanyekan gerakan bagi perempuan harus melibatkan para pria, karena seperti apa yang dikatakan Emma Warson bahwa ketika pria tidak harus mengatur, perempuan tidak akan merasa di atur.

Tanpa keterlibatan pria, gerakan ini tidak akan pernah berjalan. Karena pria akan selalu merasa feminisme adalah gerakan yang menurunkan derajat para pria, di hadapan para perempuan. Padahal feminisme adalah pembicaraan mengenai ketidaksetaraan dan bagaimana menghidupkan kesetaraan. Mengundang pria dalam gerakan ini bukan berarti menunjukan perempuan butuh bantuan, perempuan sudah ada dalam gerakan ini, dan gerakan mengenai kesetaraan bisa berjalan jika pria juga ikut terlibat bukan? Selamat hari perempuan internasional!

And one man, he hears her voice.
And one man, he fights her fight.
Day by day, he lets go the old ways…