Menginspirasi lewat Surga Dunia

Surga Dunia? Apaan tuh?

Updaters pasti penasaran kana pa sih sebenarnya Surga Dunia. Surga Dunia adalah sebuah tempat makan yang didirikan oleh Nur Rachman atau biasa dipanggil Ray, alumni Fakultas Kimia Universitas Padjadjaran, Jatinangor  yang baru saja lulus 2014 ini. Lalu apa sih istimewanya hingga dinamakan surga dunia?

Rumah makan yang terletak di Jatinangor ini ternyata didirikan dari pengalaman Ray yang lupa membawa dompet ke kampus dan kebingungan ketika mau mencari makan karena tidak membawa uang. Dari situ ia mulai berpikir untuk membuat sebuah rumah makan untuk orang yang membutuhkan dan tidak mampu. Ide itu akhirnya terwujud di tahun 2012. Ray membangun rumah makan yang dinamainya Surga Dunia dengan tagline “Makan sepuasanya bayar semaunya”.

Konsep awal yang diusung rumah makan ini adalah niatan beramal karena memang dari awal ditujukan bagi yang membutuhkan dan tidak mampu. “Poinnya bersedekah dan dalam kebaikan, jadi untung ruginya biar Allah yang menentukan”, ucap Ray.

Namun sayangnya, hal ini lebih banyak dimanfaatkan oleh mereka yang sebenarnya mampu. Dengan alasan itulah Ray kemudian mengubah konsepnya dengan membuat kartu anti kelaparan, sedangkan yang tidak memiliki kartu membayar sesuai harga yang ditetapkan. Kartu anti lapar inilah yang digunakan bagi mereka yang tidak mampu untuk dapat menikmati “Makan sepuasnya bayar semaunya”. Syaratnya cukup mudah, dengan mendaftar dan membawa Surat Keterangan Tak Mampu, siapapun bisa mendapatkan kartu ini. Sampai saat ini, sudah ada 15 orang yang mendapat Kartu Anti Kelaparan. Tapi di hari Jumat, pengunjung tetap bisa menikmati fasilitas bayar semaunya pada pukul 13.00-15.00 WIB.

Konsep unik inilah yang membuat Ray akhirnya menjadi Juara I Tingkat Nasional kategori Industri dan Boga pada ajang Wirausaha Muda Pemula Berprestasi Nasional yang diadakan Kementerian Pemuda dan Olah Raga RI. Ajang Wirausaha Muda Pemula Berprestasi Nasional adalah sebuah kompetisi bisnis yang digelar oleh Kemenpora. Kompetisi ini digelar dari Juli hingga Agustus lalu, dengan dua kategori yaitu, Wirausaha Muda Pemula Berprestasi (WPMB) untuk bidang pertanian, perdagangan dan jasa, industri dan boga, industri kreatif, serta kategori Penggerak Wirausaha Berprestasi (PWB).

Jiwa wirausaha Ray ternyata tidak berhenti di Surga Dunia saja. Ray juga memiliki usaha lainnya yakni merchandise unpad yang dinamakan Unpadholic yang bekerja sama dengan Koperasi Mahasiswa (Kopma Unpad). Desain dan produk dari Ray sudah tersebar di mahasiswa Unpad. Jadi, jika kita berkeliling Unpad, kita pasti akan menemukan produk unpadholic. Selain mengurus usahanya, Ray juga aktif mengajar privat untuk anak SMA. Walaupun memiliki berbagai kesibukan, Ray tetap memprioritaskan pendidikan. Hal ini ia buktikan dengan tetap lulus tepat waktu di tahun ini.

Ray berpesan bahwa jika kita memiliki mimpi, kita harus berani juga mewujudkannya. “Kita juga harus berani juga beraksi. Jangan cuma punya keinginan tapi ga berani apa-apa. Jangan nunggu sampe mampu untuk berbuat manfaat, tapi  bermanfaat dulu karena nanti juga dimampukan,” tandasnya.

 

LOGO FOODY 2017

 

Author: andini
Inspired to explore this country| Depatment of Journalism Studies Universotas Padjadjaran