Mari Bawa Bekal, Mari Selamatkan Lingkungan

Updaters, siapa yang dulu ketika masih TK sering membawa bekal? Hmm, pasti banyak, ya! Kotak makanan berwarna-warni bergambar karakter kartun kesukaan dulu jadi benda yang nggak pernah absen dibawa. Nah, selain lebih hemat dan lebih sehat, ternyata membawa  bekal mempunyai manfaat terhadap lingkungan, loh. Wah, kok bisa?

Coba bayangkan, ketika kita membawa bekal air minum dari rumah, maka kita gak perlu beli air mineral yang dikemas dalam botol plastik, kan? Dengan begitu, sampah plastik yang dihasilkan juga jadi lebih sedikit. Jika semua orang melakukan membawa air minum, maka sampah plastik pasti bisa berkurang drastis!

Mengurangi sampah plastik ini penting banget, Updaters. Menurut data yang dirilis oleh jurnal Science tahun 2010, tiap harinya ada 26.000 ton sampah plastik yang dihasilkan di Indonesia. Sampai-sampai, Indonesia dijuluki sebagai negara pembuang sampah plastik di lautan terbesar kedua di dunia setelah Cina. Sampah plastik yang menggunung ini tentu berbahaya bagi ikan-ikan yang ada di laut. Selain itu, sampah plastik ini juga bisa menyumbat saluran air dan membuat banjir. Bahaya banget, ya!

Updaters, dengan membawa bekal, kita juga bisa turut mengurangi pemakaian wadah makanan dari styrofoam. Di Indonesia, penggunaan styrofoam untuk wadah makanan sepertinya sudah jadi hal yang lumrah, ya. Dari mulai penjual makanan kaki lima hingga restoran cepat saji beramai-ramai memakai styrofoam. Padahal, di balik warna putih styrofoam itu banyak bahaya yang mengancam bagi kesehatan dan lingkungan, lho.

Stryrofoam berbahaya bagi kesehatan karena proses pembuatannya menggunakan benzana. Jika ikut termakan, zat ini bisa masuk ke aliran darah dan menimbulkan masalah pada kelenjar tyroid, mengganggu sistem syaraf sehingga menyebabkan kelelahan, mempercepat detak jantung, sulit tidur, badan menjadi gemetaran, dan menjadi mudah gelisah. Pada wanita, zat ini berakibat buruk terhadap siklus menstruasi dan mengancam kehamilan. Saking berbahayanya, WHO bahkan telah memasukkan styrofoam dalam kategori bahan karsinogen yang dapat memicu kanker.

Selain berbahaya bagi tubuh, styrofoam juga berdampak buruk untuk lingkungan karena seperti plastik, styrofoam nggak bisa diuraikan oleh alam. Selain itu, pembuatan styrofoam juga menghasilkan limbah yang tak kalah berbahayanya bagi lingkungan. Enviromental Protection Agency (EPA) menyebutkan bahwa proses pembuatan styrofoam adalah penghasil limbah berbahaya kelima di dunia karena prosesnya menimbulkan bau yang tak sedap. Srlain itu, ia juga melepaskan 57 zat berbahaya ke udara.

Ternyata, membawa bekal tidak hanya bermanfaat bagi diri kita sendiri, tetapi juga baik untuk lingkungan ya, Updaters! Sekarang, masih berpikir dua kali buat bawa bekal?

 

 

Sumber data:

http://www.medcofoundation.org/diet-kantong-plastik-untuk-lingkungan-sehat/

http://itd.unair.ac.id/index.php/health-news-archive/318-bahaya-styrofoam-bagi-kesehatan.html