Berawal Dari Anak Magang Hingga Jadi Karyawan!

Sebagai seorang mahasiswa di program studi Hubungan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kommunikasi Universitas Padjadjaran, aku diharuskan untuk mencari tempat magang di perusahaan dengan posisi harus sesuai dengan peminatan aku yaitu di Public Relations. Berawal dari bulan Juni 2016 Aku pun ber-grilya mengirimkan CV ke berbagai macam perusahaan, setelah lama menunggu akhirnya aku di panggil untuk wawancara di sebuah perusahaan di daerah Serpong, ketika itu seharusnya aku mulai magang di pertengahan Juli, namun tiba-tiba sebuah perusahaan lain yaitu PT.Rekso Nasional Food yang lebih dikenal sebagai McDonald’s Indonesia menghubungiku dan mengatakan bahwa aku diterima magang di bagian communications. Saat itu aku cukup bimbang, namun setelah berfikir dan melihat cakupan kerja, aku pun memilih McDonald’s (McD), dimana kalian mungkin bertanya-tanya, kok mau sih kerja di restoran??bagian apa?? Ini nih yang biasanya muncul dikepala orang-orang dan langsung under estimate sama pekerjaanku.  For your Information, McDonald’s juga punya Head Office yang berlokasi di Kelapa Gading, gedung dan suasananya juga sama kok kaya di kantor biasa, jadi jangan ngebayangin aku bekerja di dalam restoran he he.

december-3rd-berawal-dari-anak-magang-hingga-jadi-karyawan-zata-bening-1Bekerja langsung di bawah seorang Associate Director of Communications, membuatku banyak belajar, karena percaya atau tidak yang menjadi PR nya McD Cuma satu orang loh! Dan harus menangani seluruh kegiatan Communicatios di 172 gerai McDonald’s indonesia, wow banget gak tuh??. Anyway, ada hal unik nih, ternyata kalo mau jadi karyawan di McD (any potition, even a Director) harus ngerasain juga yang namanya bekerja di restoran mulai dari bersih-bersih, bikin product, sampe jadi kasir, begitu pula dengan aku yang bakal magang selama 2 bulan. Kegiatan ini disebut OJE (On Job Experience) yang berfungsi untuk seluruh karyawan McD mengetahu dan paham baga
imana sebuah Restoran McD bekerja. Keuntungan buat aku yang pekerjaannya langsung berhubungan dengan publik terutama media, jadi aku bisa menjelaskan kalau ada keluhan atau pertanyaan seputar produk McD. Jujur aku pun amazed sama prosedur restoran McD yang rapih dan bersih dan ternyata berlaku di McD seluruh dunia.

Tugas aku kurang lebih membantu atasan aku dalam hal apapun, namun lebih banyak dalam menangani media, seperti mengadakan Press Conference, menulis artikel,press release dsbg. Selama bekerja, banyak sekali ilmu mengenai dunia PR profesional yang aku dapat, ketika bekerja aku hanya berfikir untuk bekerja yang baik, tekun dan tidak mengeluh dengan tugas apapun yang diberikan, walaupun hanya memasukan souvenirs ke dalam goody bag, karena aku percaya kesungguhan dan niat kita dalam melakukan sesuatu pasti akan berbuah manis. Seiring berjalannya waktu, atasanku mulai memberikan tanggung jawab yang cukup besar dan sudah percayakan aku untuk handling Press Conference all by myself, dan disitu aku cukup merasa gugup namun, dengan modal percaya diri dan sering bertanya (pada waktunya) akhirnya acara berlangsung dengan baik, karena media yang hadir cukup banyak dan informasi yang ingin disampaikan pun banyak tersebar di media.

december-3rd-berawal-dari-anak-magang-hingga-jadi-karyawan-zata-bening-3Dua bulan berlalu, aku pun harus kembali ke kampus untuk menyelesaikan tugas-tugas akhir, namun sebelum aku pamit keluar, tiba-tiba aku dipanggil oleh atasanku, dan ditawari untuk menjadi staff beliau di divisi communications. Ketika itu aku sangat kaget, bingung namun juga bersyukur karena ini merupakan kesempatan yang sangat langka untuk mendapatkan kepercayaan bekerja di sebuah perusahaan multi nasional. Posisiku saat ini masih belum lulus kuliah, skripsi pun belum, Tetapi setelah berdiskusi dengan baaanyak orang akhirnya aku pun menerima tawaran tersebut dengan kesepakatan apabila aku harus mengurus perkuliahan, aku bisa mendapatkan izin. Dan Alhamdulillah sekarang aku sudah officially menjadi Communications Staff of McDonald’s Indonesia. Suatu kebanggan namun juga beban yang bertambah di hidupku, aku pun semakin belajar bagaimana membagi waktu agar perkuliahan tidak aku lalaikan serta menjaga hati supaya tidak merasa tinggi. Dengan support dari keluarga, teman, dosen beserta atasanku, I believe this unpredictable phase of my life would work very well, Wish Me Luck!!

 

Ditulis oleh:
Zata Bening Awanis, Mahasiswa semester 7 Program Studi Hubungan Masyarakat Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran