Chintya Cecilia

My Startup Story: Pengalaman Bekerja di Dunia Startup

“Startup is a great place for people who want go grow”

Awalnya saya sama sekali tidak paham mengenai startup. Saya memang memiliki passion dalam bidang menulis, namun saat itu yang saya pikirkan hanya lah ingin menulis dan menulis saja. Baik melalui blog, media cetak, atau media online. Sebelumnya saya memang sudah sering menulis di media cetak dan media online ketika masih berada di Yogyakarta. Setelah tamat SMA, saya memang sempat menganggur dulu untuk bekerja sambil mengumpulkan uang untuk kuliah.

Saat itu saya belum fokus untuk bekerja sebagai penulis, bisa dibilang waktu itu memang belum tahu jalannya. Alhasil saya berprofesi sebagai tentor mata pelajaran umum untuk anak SD dan SMP. Setelah itu, saya baru mencoba melamar magang di sebuah portal berita online lokal khusus untuk anak kuliah. Akhirnya saya pun diterima di dua portal berita online sekaligus. Dua media online tersebut memiliki konsep yang sama. Melalui kedua portal berita online tersebut, saya jadi lebih mengetahui tentang menulis online di website. Selama ini saya hanya menulis biasa di blog atau di media cetak saja seperti majalah dan koran. Tak hanya itu saja, saya juga lebih mengetahui tentang apa itu SEO Google dan digital marketing. Walaupun saya merasa banyak mendapatkan ilmu di sana, saya tetap merasa ilmu yang saya dapatkan masih sangat umum. Malah bisa dibilang hanya tahap perkenalan saja. Yang sangat disayangkan lagi, magang di sana juga memiliki sistematika yang tidak jelas. Dan akhirnya bubar begitu saja.

Setelah mengikuti program magang tersebut, saya pun berencana dan bertekad untuk pergi ke kota kelahiran saya, yaitu di Surabaya. Saya berharap bisa mendapatkan pekerjaan layak serta banyak ilmu di sana. Lagipula saya juga berencana untuk melanjutkan kuliah di sana. Setelah tiba di Surabaya, saya mencoba untuk melamar di beberapa media atau perusahaan yang bergerak di bidang serupa, atau yang masih ada kaitannya dengan profesi saya sebagai penulis. Awalnya saya sempat diterima menjadi reporter di Jawa Pos, khusus untuk rubrik anak SMA. Namun setelah saya pikir-pikir, saya merasa belum mampu bekerja di sana karena lokasinya yang cukup jauh dari lokasi tempat tinggal saya waktu itu. Selain itu, pendapatan yang saya dapatkan di sana juga sangat jauh dari perkiraan saya untuk menabung kuliah. Apabila saya bekerja di sana, mungkin saya tidak akan bisa menabung untuk kuliah. Uangnya hanya akan habis untuk biaya hidup sehari-hari. Akhirnya saya pun merelakan impian saya ‘sementara’ untuk bekerja di media sesungguhnya. Lagipula saya pikir setelah lulus kuliah nanti saya masih bisa mendapatkan banyak peluang untuk bekerja di media sesuai dengan impian saya.

Akhirnya saya pun menerima penawaran bekerja di sebuah startup yang menawarkan jasa digital marketing, mulai dari pembuatan website, promosi melalui media sosial, penulisan, dan masih banyak lainnya. Startup ini memang masih baru dan rintisan. Namun setelah bekerja di sini, saya mendapatkan banyak pengalaman serta pengetahuan mengenai dunia startup dan digital marketing, termasuk penulisan di media online. Banyak ilmu baru yang bisa saya dapatkan di sini. Walaupun memang ada kekurangan-kekurangan selama bekerja di startup yang saya rasakan, seperti sedikitnya tenaga kerja yang tersedia, akhirnya pekerja dituntut untuk bekerja secara multitasking. Kemudian pemasukan yang masih minim, sehingga terkadang membuat pekerja sering telat menerima gaji. Tuntutan bekerja di startup juga cukup berat. Kita diwajibkan untuk berpikir kreatif dan cekatan. Saya cukup sering mendapatkan omelan dari atasan untuk tiap pekerjaan. Omelan yang dimaksud bukan karena hasil pekerjaan saya yang kurang baik, namun omelan berupa tuntutan agar pekerjaan saya bisa lebih dan lebih lagi. Memang bos saya tipenya sedikit keras dan perfeksionis. Dia bukan ingin mencela kita saat bekerja, tapi dia memang benar-benar menginginkan anak buahnya bisa terus berkembang dan belajar hal-hal baru setiap harinya.

Sisi positif yang saya dapat saat bekerja di sebuah startup cukup banyak, seperti lingkungan kerja yang kreatif dan menyenangkan. Kemudian kebiasaan-kebiasaan seru yang bisa dilakukan karyawannya setiap waktu agar semakin berkembang, seperti baca koran sebelum bekerja, makan bersama di hari Sabtu, olahraga bersama, nonton bersama, dan masih banyak hal seru lainnya yang sering dijadwalkan. Pakaian yang dikenakan juga terkesan lebih casual, sehingga suasana kerja menjadi lebih fun. Walaupun memang sedikit mendapat tekanan dalam urusan pekerjaan, saya merasa startup merupakan sarana yang tepat bagi setiap individu yang ingin mengembangkan kemampuan dan pengetahuannya. Setelah magang selama beberapa bulan di startup ini, saya pun akhirnya sangat mencintai dunia startup. Saya merasa ketagihan dan ingin bekerja di startup lain lagi untuk menimba ilmu baru.

Pengalaman pertama bekerja di startup selama setahun ini membawa saya mendapat banyak pekerjaan menyenangkan lainnya di dunia startup, seperti menjadi writer di AnugrahPratama.com (e-commerce di bidang IT), TaniHub (startup di bidang pertanian), Foody Indonesia, dan beberapa lainnya. Tidak hanya sekedar bekerja, saya pun akhirnya memiliki tekad untuk membangun startup sendiri. Jobhun Surabaya merupakan salah satu proyek startup yang sedang saya bangun saat ini selagi bekerja full time dan kuliah.

 Bekerja di Gravcode Studio - Web Development DSC_0089

Ditulis oleh:

Cynthia Cecilia – Mahasiswa Semester 4 Ilmu Komunikasi Universitas Dr. Soetomo Surabaya