january-1st-pengalaman-nutrip-nutrifood-internship-program-2016-di-rumah-kedua-dennis-kosasih-2

Pengalaman Magang di Nutrifood Indonesia

“When you are young : work to learn, not to earn!”

Rumah kedua. Ya, itulah kata yang benar-benar tepat untuk menggambarkan tempat dimana saya diberi kesempatan untuk mengikuti sebuah program yang bernama NUTRIP (Nutrifood Internship Program) – sebuah program yang memberi kesempatan mahasiswa magang menjalankan bisnis bak karyawan sesungguhnya. Saya Dennis Kosasih, mahasiswa semester 5 Program Studi Management, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta.

Mahasiswa memiliki banyak tanda tanya besar mengenai kehidupan yang akan dihadapinya setelah mereka lulus kuliah. Beberapa orang ingin melanjutkan ke ranah pendidikan yang lebih tinggi, beberapa ada yang ingin menjadi seorang entrepreneur, ada juga yang ingin bergabung dengan perusahaan-perusahaan bonafit, tetapi masih juga ada yang bingung dengan langkah yang akan diambilnya. Melalui kesempatan dan program yang banyak ditawarkan oleh beberapa organisasi/perusahaan hari-hari ini, mahasiswa diberi kesempatan untuk melihat gambaran yang lebih jelas mengenai dunia setelah hari kelulusan tersebut tiba. Disini saya akan membagikan pengalaman saya ketika mengikuti sebuah program NUTRIP (Nutrifood Internship Program) 2016.

Berawal dari kebingungan akan hari liburan semester esok, akhirnya saya memutuskan untuk mencari-cari informasi mengenai program atau kegiatan yang menambah pengalaman saya. Setelah melihat banyak program yang ada, saya tertarik untuk mengikuti program internship yang diadakan oleh beberapa perusahaan. Saya pun akhirnya mendaftarkan diri untuk mengikuti beberapa program tersebut. Dan alhasil saya menambatkan hati saya untuk mengikuti program yang diadakan oleh Nutrifood.

NUTRIP (Nutrifood Internship Program) adalah program internship yang memungkinkan pesertanya untuk menjadi karyawan magang nutrifood selama kurang lebih 2 bulan. Program ini memberikan kesempatan pesertanya menjadi bagian dari Rumah Kedua – sebutan untuk kantor Nutrifood – dimana saya dan teman-teman lainnya memiliki personal project dan collaborative project selama program ini berjalan.

Proses seleksi dimulai dari tes administrasi (online) kemudian dilanjutkan dengan tes psikologi, kemampuan dasar, dan beberapa test yang dibuat oleh Nutrifood. Dan di akhir dari test tersebut akan diadakan FGD bersama HR Manager dan juga CEO Nutrifood, yaitu Pak Mardi Wu. FGD dibedakan antara fakultas eksak dan sosial. Jurusan-jurusan yang berasal dari fakultas eksak dijadikan satu dengan yang eksak, begitupula yang sosial. Setelah melewati marathon test yang dijadikan dalam satu hari tersebut, beberapa minggu kemudian saya menerima email yang menyatakan bahwa saya diberikan kesempatan untuk bergabung menjadi salah satu peserta NUTRIP 2016. Hanya ada delapan mahasiswa yang terpilih untuk mengikuti program ini – seharusnya sembilan tetapi salah satu peserta mengundurkan diri karena suatu alasan – dari ribuan mahasiswa pendaftar program ini. Delapan peserta tersebut berasal dari ITB, UI, dan UNS.

Hari yang telah ditentukan untuk program tersebut dimulaipun akhirnya datang. Satu demi satu peserta mulai berdatangan. Kamipun mulai berkenalan satu persatu secara langsung, meskipun sebelumnya kami telah memiliki grup di Line. Ada satu kawan kami yang terlambat di hari pertama karena perihal transportasi. Beberapa hari sebelumnya, kawan kami tersebut diberi anugrah untuk ditambahkan lagi umurnya. Momen pertama kami tersebut dipakai juga untuk memberikan surprize kepadanya. Dan tak disangka, Nutrifood dengan pernyataan misinya yaitu inspiring nutritious life ternyata diterapkan di semua hal. Roti ulang tahun yang biasanya berupa roti, kali ini roti tersebut diganti dengan buah. Itulah kesan keakraban satu sama lain yang dibangun di hari awal dan menjadikan makna Rumah Kedua di hari-hari selanjutnya semakin nyata.

Pada minggu-minggu awal, kami diberikan orientasi oleh beberapa petinggi Nutrifood mengenai alur bisnis dari Nutrifood sendiri. Mulai dari hulu hingga hilir perusahaan. Kami diberikan gambaran mengenai bagaimana Nutrifood menjalankan sistem dan budayanya dalam aktivitas sehari-hari. I-CARE, SIPOC+P, Teori Empat Lensa, dan lain-lain adalah hal-hal penting di Nutrifood yang juga diberikan kepada kami sebagai salah satu bentuk bahwa kami adalah bagian dari Rumah Kedua. Nutrifood lebih mengajarkan kepada kami untuk melakukan bisnis etis, dimana bisnis etis akan menghasilkan sustainability bagi perusahaan.

Dalam prjanuary-1st-pengalaman-nutrip-nutrifood-internship-program-2016-di-rumah-kedua-dennis-kosasihogram ini, saya bersama dengan teman saya dari ITB, yaitu Huki Nursalim mendapatkan personal project di departemen yang sama. Huki mendapatkan proyek HiLo Chocolate untuk segmen SD. Sedangkan saya diberikan kesempatan untuk proyek HiLo Chocolate untuk segmen SMP. Kami berada di satu departemen yang sama yaitu Marketing, Brand Management. Saya diminta untuk membuat sebuah proyek dengan objektif brand awareness dan trial. Disini kami diperhadapkan dengan pertarungan antara konsep dan kondisi lapangan yang harus kami pecahkan satu demi satu masalahnya. Kami benar-benar diberi kesempatan untuk menjalankan proyek ini dari awal hingga akhir sesuai konsep kami namun tetap berdasar pada alasan logis dan nilai-nilai yang dibawa oleh Nutrifood.

Sedangkan untuk collaborative project, kami diberikan proyek untuk membuat semacam aplikasi atau guide book bagi calon karyawan Nutrifood yang akan di tempatkan di beberapa lokasi kantor dan pabrik yang dimiliki Nutrifood. Kamipun bekerja sebagai sebuah tim untuk merealisasikan aplikasi ini. Dan di akhir program ini, kami berhasil mempresentasikannya.

Program ini mengajarkan saya bahwa perusahaan yang baik bukanlah perusahaan yang menanamkan sifat ambisius untuk karir calon pemimpinnya, tetapi yang mewariskan karakter dasar dan esensi pemimpin kepada calon pemimpin untuk menjadi pemimpin bisnis yang dapat diandalkan bukan hanya untuk sesaat tetapi secara berkelanjutan. Saya belajar bahwa visi dan misi perusahaan bukan hanya sebuah pajangan pernyataan, tetapi suatu makna yang dapat dihidupi bersama seluruh karyawannya. So, pilihlah program yang sesuai dengan kamu dan inspirasilah orang lain untuk melakukan kebaikan.

Ditulis oleh:

Dennis Kosasih, Mahasiswa semester 5 Manajemen Pemasaran Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret