Ketika Buku Mulai Terabaikan

Updaters, pasti sering banget kan denger kalimat “Buku adalah jendela dunia”? Tanpa disadari, kalimat tersebut benar adanya, lho. Karena dengan membaca buku, kita bisa menemukan banyak pengetahuan-pengetahuan baru, juga pemikiran-pemikiran baru yang lebih luas. Bukan cuma dari buku-buku tentang ilmu pengetahuan aja, tapi juga dari buku-buku cerita seperti novel. Mungkin kita nggak akan tau cerita tentang sejarah kalau nggak ada buku tentang sejarah, kita juga nggak akan tau teknologi kalau nggak membaca buku-buku mengenai teknologi. See? Betapa penting peran sebuah buku di dalam kehidupan manusia.

Tapi sayangnya, sekarang ini peran buku udah sedikit terabaikan karena adanya teknologi digital. Lebih sering ditemukan orang-orang yang membawa gadget-nya dibanding membawa buku. Beberapa institusi pendidikan pun lebih memilih teknologi digital dalam proses belajar dibanding menggunakan buku. Updaters masih ingat nggak kapan terakhir kali ke perpustakaan untuk membaca buku?

Ketika kecil, seringkali sebelum tidur kita dibacakan buku cerita oleh orang tua. Namun di jaman sekarang ini, anak-anak kecil lebih memilih memainkan gadget-nya sebelum tidur dibanding meminta orangtuanya untuk membacakan buku cerita. Padahal, membiasakan diri untuk rajin membaca buku harusnya ditanamkan sejak masih kecil.

Meski sekarang masih banyak buku-buku yang dijual dan nggak jarang juga diadakan acara book fair, tapi ternyata minat masyarakat dunia untuk rajin membaca buku masih sangat sedikit. Sampai-sampai, di tahun 1995, UNESCO menetapkan peringatan setiap tanggal 23 April sebagai World Book Day. Indonesia sendiri merayakan Hari Buku International ini sejak tahun 2006.

Sekarang ini, peran buku mulai berfungsi hanya jika dibutuhkan saja. Padahal dengan membaca buku, bukan cuma akan mendapatkan pengetahuan baru atau ide-ide baru, tapi juga bisa dijadikan sebagai bentuk apresiasi dari kita untuk para pengarangnya. Kalau semakin sedikit minat membaca seseorang, penulis yang mau menerbitkan bukunya pun juga akan semakin sedikit dan lama lama peran buku makin terabaikan dan tergantikan oleh teknlogi digital. Bukannya teknologi digital berdampak buruk bagi kelangsungan peran buku, hanya saja akan lebih baik kalau buku dan teknologi digital digunakan secara beriringan dan saling menyempurnakan tanpa mengabaikan atau menghilangkan perannya masing-masing.

So Updaters, yuk bareng-bareng kita membiasakan diri untuk lebih rajin membaca buku demi pengetahuan baru yang bisa membuat negara semakin maju! Happy World Book Day!