Enam Puluh Tahun yang Lalu, Ada Apa?

1Q3mzho

Ada yang berbeda di peringatan KAA tahun ini. Gelaran event dari tingkat negara sampai pesta rakyat semua ada di satu minggu ini. Yang menjadi menarik adalah ketika seorang teman bertanya “Sebenarnya KAA sendiri itu kapan, sih?”. Tanggal KAA diselenggarakan pada tahun 1955 adalah pada 18 – 24 Apri. Akan tetapi, karena tahun ini diadakan peringatan ulang tahun spesial, yaitu mencapai peringatan 60 tahun, perayaan ulang tahun tidak hanya dilakukan di Bandung, tetapi juga di Jakarta. Selain itu, setelah 24 April, perayaan belum berhenti karena sampai akhir bulan April masih ada peringatan-peringatan acara ulang tahun KAA.

Konferensi Asia Afrika tahun 1955 sendiri selalu memberikan fakta-fakta menarik dari berbagai sisi, bagaimana Indonesia sebagai negara ‘baru’ bisa menjadi tuan rumah konferensi dan bagaimana konferensi ini bisa memberikan dampak yang besar terhadap kemerdekaan negara-negara Asia Afrika. Lalu, bagaimana juga cerita tentang para pemimpin dunia (di luar barat) yang mempunyai andil penting terhadap situasi dunia pada saat itu, yang akhirnya melahirkan gerakan non-blok. Peristiwa-peristiwa penting itu terjadi di suatu kota yang disebut sebagai kota kembang, ya Bandung. Bandung sebagai ibukota Asia Afrika.

Hal lain yang lebih menarik, jika kita melihat Museum Konperensi Asia Afrika. Mungkin saat melihat kalimat barusan, ada yang janggal, kita merasa Konperensi tersebut adalah typo, tetapi tidak, museum tetap menggunakan kata ‘konperensi’ dibandingkan konferensi. Hal ini dilakukan karena ketika Konferensi Asia Afrika tahun 1955, bahasa Indonesia yang digunakan saat itu adalah ‘konperensi’.

Sayangnya, cerita-cerita mengenai KAA seringkali hanya tersimpan manis dan kembali diceritakan dari tahun ke tahun, sehingga hanya menjadi momentum sejarah dan dirayakan setiap satu tahun sekali. Untungnya, Museum KAA sendiri memiliki banyak penggerak, anak muda yang terlibat dari berbagai sisi, tidak hanya sejarah tentang museum, ada klub-klub bahasa sampai klub film yang aktif berkegiatan di museum. Dengan kehadiran mereka, diharapkan makna mengenai KAA 1955 terus berjalan dan bisa menjadi motivasi bagi para anak muda ini untuk membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.

Selain itu, melalui serangkaian acara di tahun ini, dengan persiapan yang luar biasa, antuasiasme dari seluruh lapisan masyarakat yang juga luar biasa akan menjadi momentum yang tempat untuk menggali kembali semangat di KAA 1955, mereproduksi “Asia Africa Spirit”. Perayaan ulang tahun bukan hanya mengingat apa yang sudah terjadi, tetapi apa yang akan dilakukan selanjutnya untuk hal-hal yang lebih baik. Semangat itu yang harus dikobarkan kembali. Gelaran event di minggu ini akan memberikan kita semangat baru untuk bisa melakukan yang terbaik demi bangsa dan negara. Uhuru!